Persijap Masih Berjuang Di Tengah Krisis

Akses Aman Agen Bola Online Resmi Taruhan Uang Asli Terpercaya Indonesia - QQ1x2.com

Persijap Masih Berjuang Di Tengah Krisis

Persijap Masih Berjuang Di Tengah Krisis

 

Sepak bola Indonesia di lini Asia Tenggara termasuk diperhitungkan. Sesungguhnya kita patut bangga karena Indonesia memiliki talenta-talenta yang berbakat sehingga dalam laga tingkat Asia, Indonesia bisa lebih percaya diri. Namun sayangnya talenta-talenta yang berada di tingkar regional biasanya tidak begitu banyak berkembang karena tersandung dengan masalah finansial klub. Hal itu juga dialami oleh salah satu tim sepak bola berbakat asal kota ukir Jepara yaitu Persijap. Memang nama Persijap tidak begitu sering terdengar di pertandingan nasional, hal itu juga merupakan hasil dari krisis yang dialami pihak klub yang tidak bisa memfasilitasi latihan Persijap sehingga tim ini sering tidak bisa ikut dalam laga pertandingan nasional.

Padahal jika ditilik sekali lagi sebenarnya ada banyak talenta sepak bola dari Jepara yang bisa diperhitungkan, sebut saja Agung Priyanto yang pernah memperkuat lini pemain Persija Jakarta kemudian ada juga pemain dari Persijap yang saat in bertanding dengan Macan Kemayoran yaitu Gunawan Dwi Cahyo. Kedua pemain itu sudah berpengalaman dalam laga pertandingan nasional, maka bisa dikatakan bahwa pemain-pemain dari Persijap juga memiliki potensi untuk bertanding di laga pertandingan nasional. Hanya saja karena masalah pendanaan tersebutlah yang akhirnya membuat Persijap seperti hidup segan mati tak mau. Pihak Persijap masih merasa sayang jika Persijap harus dibubarkan melihat bakat-bakat yang ada dalam diri para pemainnya.

Hanya Bertanding Di Turnamen Kecil

Kurangnya pendanaan yang didapatkan oleh Persijap membuat tim ini menjadi tidak dikenal. Sebab untuk mempertahankan eksistensinya, Persijap hanya bertanding di turnamen kecil di sana dan di sini tanpa pernah mengecap rasanya bertanding di kompetisi resmi. Sebenarnya pada saat Piala Presiden hendak dilangsungkan beberapa saat yang lalu, Persijap merupakan salah satu tim yang mendapatkan undangan untuk dapat bermain di Piala Presiden, namun sayang seribu sayang lagi-lagi karena masalah keuangan, undangan tersebut terpaksa tidak dapat diterima oleh Persijap. Karena tentunya dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi resmi semacam Piala Presiden segala macam persiapan dan pelatihan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Alhasil, kesempatan yang entah kapan akan datang lagi itu tidak dapat diterima oleh Persijap dan tim ini pun hanya dapat berpangku tangan sementara Piala Presiden berlangsung. Aris Isnandar yang merupakan CEO dari Persijap adalah orang yang gigih mempertahankan klub ini. Meski tidak ada dana yang tersedia, namun ia merasa sayang jika harus menutup klub ini sebab sebenarnya dalam klubnya terdapat pemain-pemain yang berbakat. Begitu juga para anak-anak Jepara yang memiliki bakat dalam sepak bola tentunya tidak akan bisa berkembang jika klub Jepara diberhentikan. Karena hal itulah Aris Isnandar tetap mempertahankan klubnya.

Kesulitan Mencari Sponsor

Memang dalam mengelola sebuah klub itu pasti ada untung dan ada ruginya. Namun selama ini Persijap hanya selalu menelan kepahitan karena bukannya untung namun mereka justru harus terus mengeluarkan uang demi keberlangsungan tim Persijap. Hingga saat ini karena Persijap hanya selalu muncul dalam pertandingan turnamen kecil yang tidak resmi, maka dari itu Persijap tidak begitu dikenal. Karena hal itulah akhirnya Persijap menjadi makin sulit lagi dalam mencari sponsor untuk mendanai klubnya. Sebab, Persijap tidak pernah tampil menonjol dimana pun. Pihak Persijap sepertinya harus berusaha bagaimana caranya agar kualitas tim dapat ditampakkan.

Untuk dapat mendapat untung dan demi keberlangsungan tim, sepertinya pihak manajemen Persijap harus mencoba untuk mengeluarkan lebih banyak uang, untuk mendanai pelatihan dan kemudian mengambil kesempatan di kompetisi resmi. Meski belum tentu menang dan mendapatkan ganti dari dana yang sudah dikeluarkan, namun setidaknya akan ada banyak orang yang menyaksikan kemampuan dari para pemain Persijap dan mana tahu hal itu akan mendatangkan pihak sponsor yang merasa tertarik untuk mengembangkan tim Persijap. Jika pihak manajemen Persijap tidak segera bertindak, maka sampai kapan pun hanya pada taraf seperti inilah Persijap dapat bertahan. Saat ini Persijap hanya sedang menunggu untuk datangnya Bulan Mei dan bergabung dengan Piala Gubernur Jateng 2016 yang akan segera diadakan serta berharap akan keberuntungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*