Pemain Bola Eropa yang Mengadu Nasib di Liga Tiongkok

Akses Aman Agen Bola Online Resmi Taruhan Uang Asli Terpercaya Indonesia - QQ1x2.com

Pemain Bola Eropa yang Mengadu Nasib di Liga Tiongkok

Pemain Bola Eropa yang Mengadu Nasib di Liga Tiongkok

Sepakbola Eropa adalah sepakbola yang banyak digemari diseluruh dunia, oleh karena itu banyak pemain pemain muda yang mengincar liga Eropa untuk bisa berkembang. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pemain pemain yang sudah tua. Bagi mereka yang permainannya kurang apik dan kurang diminati di sepakbola Eropa mereka tidak memiliki pilihan lain selain pergi mencari liga dimana mereka masih bisa berkembang. Salah satu tujuan pemain pemain yang karirnya sudah mentok di sepakbola Eropa adalah Tiongkok. Hingga saat ini sudah banyak pemain Eropa yang lebih memilih berlaga di Tiongkok, orang orang tersebut antara lain adalah:

Paulinho

Paulinho adalah pemain bola yang berasal dari Brazil. Selama ia bermain, ia banyak menduduki posisi gelandang. Ia banyak berpindah pindah tim bola, yang terakhir ia bahkan bergabung dengan Tottenham Hotspur, klub Bola asal Inggris. Ia berada di klub tersebut selama 2 tahun yaitu tahun 2013 hingga 2015. Tapi keberadaannya di klub tersebut tidak banyak membawa perubahan pada performansi tim tersebut. Hingga akhirnya ia ditawari menjadi salah satu pemain dari Guangzhou Evergrande. Tim asal Tiongkok yang paling hebat. Tim ini dipimpin oleh Luiz Felipe Scolari. Dengan masuknya Paulinho, klub tersebut langsung menjadi juara liga Chanpions Asia.

Asamoah Gyan

Pemain ini adalah salah satu penyerang yang berasal dari Ghana. Asamoah memulai debutnya di sepakbola Eropa pada tahun 2003. Dengan kemampuannya, striker asal Ghana ini pernah mencicipi bertanding di lapangan Serie A dan juga liga Premier. Akan tetapi pada tahun 2011 ia memutuskan unutk bergabung dengan klub Al Ain dari Timur Tengah. Di klub tersebut, ia hanya bermain selama 4 tahun kemudian ia melanjutkan karirnya di Shanghai SIPG. Namun setelah bergabung dengan tim ini performa Asamoah tidak segemilang Paulinho. Asamoah hanya bisa mencetak 4 gol dalam 10 pertandingan yang dilakukannya. Sehingga ia hanya bisa mengantarkan timnya di peringat ke dua di dalam liga.

Mohamed Sissoko

Pemain ini memiliki kewarganegaraan Prancis, ia berlaga sebagai gelandang selama bermain di liga Eropa. Di liga Eropa ia banyak bermain dengan klub klub besar seperti Juventus, PSG dan juga Liverpool. Ia juga permaih ikut mengatarkan timnya untuk mendapatkan piala super Eropa sebanyak 2 kali. Tim besar yang terakhir bernaung atas Sissoko adalah adalah Juventus. Sayangnya setelah 2 tahun bersama Juvetnus kemampuan dari Sissoko menjadi menurun. Hal ini menyebabkan ia sempat dipinjamkan ke Florentina. Setelah itu ia berpindah klub ke Lavante. Setelah itu ia tidak memiliki tim untuk bernaung hingga hapir 5 bulan. Pada bulan Juni 2015, ia akhirnya mendapatkan tim untuk bermain sepak bola kembali. Tim ini adalah Shanghai Shenhua.

Tim Cahili

Seperti Sissoko, Tim juga sering bermain di liga Eropa bersama tim tim besar seperti Everton dari tahun 2004 hingga 2012. Ia adalah pemain yang terkenal dengan duel duel udaya di Liga Premier. Setelah berkarir bersama dengan Everton, ia sempat bermain dngan New York Bulls hingga tahun 2015. Setelah itu ia bergabung dengan Shanghai Shenhua, tim yang sama dengan Sissoko. Kesempatan bermain di Tiongkok ini bagaikan kesempatan kedua bagi Tim. Hal ini dibuktikannya dengan menciptakan 11 gol apda 28 pertandingan. Angka yang terbilang fantastis untuk seorang pemain yang telah berusia 36 tahun.

Demba ba

Satu lagi pemain yang banyak melakukan perjalanan dari tim satu ke tim lainnya. Ia adalah Demba, Demba adalah seorang pemain yang berasal dari Prancis. Ia sempat bermain untuk Newcastle United bahkan bermain untuk Chelsea. Demba juga pernah menjelajahi negara negara lain seperti Turki dengan rekannya Besiktas selama satu musim. Setelah perjalanannya ke tim satu dan ke tim lainnya, ia akhirnya memutuskan untuk membela klub Shanghai Shenhua di Tiongkok.

Meski ia sudah tidak bersinar di liga Eropa, setelah berpindah ke Tiongkok Demba berhasil menciptakan sinarnya kembali dan membuktikan bahwa kemampuannya masih diatas rata rata dengan menyabet gelar top scorer pada Liga FA Tiongkok. Bukan hanya sebagai pemain pencetak gol terbanyak. Ternyata Demba juga menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik sepanjang musim meski ia gagal membawa timnya menjadi pemuncak klasemen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*